Gangguan saraf yang menjadi pemicu utama serangan migrain juga bisa mempengaruhi pancaindra, khususnya hidung sebagai indra penciuman. Bau-bauan yang sebenarnya tidak ada kadang bisa tercium beberapa saat sebelum seseorang mengalami serangan migrain.
Menurut penelitian, sekitar 30 persen penderita migrain memang mengalami gangguan sensori atau pancaindra. Misalnya tiba-tiba mata seperti melihat kilatan cahaya, pandangan mendadak gelap untuk beberapa saat, telinga salah mendengar dan kulit mati rasa.
Namun dari berbagai gangguan yang pernah dilaporkan, gangguan indra penciuman belum pernah diteliti secara mendalam. Gangguan indra penciuman pada orang migrain membuat orang mencium bau-bau yang sebeanrnya tidak ada, atau disebutolfactory hallucination.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Montefiore Headache Center di New York membuktikan fenomena ini memang ada meski sebenarnya sangat jarang terjadi. Dalam pengamatan selama 30 bulan terhadap 1.200 penderita migrain, hanya 0,7 persen yang mengalaminya.
Bau-bauan yang paling sering tercium oleh penderita migrain adalah bau asap atau sesuatu yang terbakar seperti asap rokok dan kayu terbakar. Seandainya bau kentang gosong termasuk di dalamnya, mungkin agak menyeramkan karena beberapa orang meyakininya sebagai tanda-tanda kedatangan hantu.
Di urutan berkutnya, bau-bau busuk juga termasuk paling sering tercium oleh penderita migrain denganolfactory hallucination setelah bau asap dan benda terbakar. Contoh bau busuk yang serign tercium antara lain bau sampah, bau jamban dan bau bangkai binatang.
Bau-bau aneh yang tercium kebanyakan memang bau tidak sedap, namun ada juga sebagian kecil yang mencium bau-bauan yang menyenangkan. Dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2011), bebauan enak yang sering tercium oleh penderita migrain antara lain bau kopi, bau jeruk dan bau lemak angsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar